(KyuSo Moment) My Dandelion ~ Chapter 1

Image

 Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Mi So (OC),

Other Cast: Eunhyuk, Lee Donghae

Genre : Romance, Comedy

Rating : G

Length : Continue

Catatan Author:  Annyeong chingudeul~~ VanKyu is here! 😀 FF ini udah lama dibuat tapi baru sekarang dipost. Semoga FF  ini bisa buat chingudeul senyum-senyum sendiri bacanya 🙂

Lastly, happy reading ~~

**********

TIK..TIK.. Gerimis mulai membasahi jendela tua rumahku. Udara pun mulai mendingin dan waktunya menyalakan perapian, Tiba-tiba ada sesuatu yang menarik pandanganku diantara tumpukan barang-barang berhargaku. Setumpuk foto-foto yang pernah mengisi indah hariku.

            Diantara semuanya ada dua yang sangat mempengaruhi hidupku, salah satu diantaranya adalah sebuah foto yang bergambar dua oran yeoja sedang tertawa, begitu lepas dan riang. Aku pun tersenyum memandangnya seakan-akan rasa hangat itu menjalari tubuhku. Tertegun aku memandang foto lainnya. Ada suatu desiran yang sangat kukenal, dua remaja yang sedang berdiri di hamparan bukit dandelion dengan wajah bersemu merah dan seuntai senyum menahan malu. Tersenyum… hanya itu yang bisa kulakukan dan kata-kata manis itu terngiang kembali di kepalaku, “Tutup matamu dan ucapkanlah dalam hati apa yang kau inginkan lalu tiup bunga dandelion ini, dan harapanmu akan terkabul”. Kata-kata itu mengajakku ke beberapa tahun silam…

******

“OMO! Kenapa sih aku harus telat, di hari piket nenek sihir itu lagi,” omelku di sepanjang perjalanan ke sekolah. Seharusnya bel sudah berbunyi 5 menit yang lalu, sedangkan aku masih harus berlari-lari mengejar waktu. Akhirnya sampai juga di pintu gerbang sekolahku. Aku berlari sekencang yang aku bisa. Tiba-tiba…

BRUUK! suara kencang dengkulku menghantam tanah, tanda merah di dengkulku masih kalah dengan merahnya mukaku yang kesal. “Ya, kalau jalan hati-hati dong,” teriakku. Tapi mau teriak seperti apapun tetap saja percuma, orang yang menabrakku tadi sudah lari duluan tanpa meminta maaf, dasar namja menyebalkan! Bisanya hanya membuat kesal. Aku mencoba untuk berdiri dan sialnya kakiku terasa nyeri. Sepertinya aku benar-benar terlambat hari ini. Dengan tertatih aku sampai juga di pintu masuk. Ha! mumpung tidak ada guru piket yang jaga lebih baik aku masuk diam diam sa.. “Kim Mi So!! Ini sudah jam  berapa?”

Aku menegakkan badanku dan memasang senyum selebar mungkin, “Hehehe Maafkan aku songsaenim habis tadi bisnya mogok, aku jadi telat” ujarku sambil cengengesan. Nenek sihir di hadapanku melotot, atau mungkin mengeluarkan tanduk?

“Kamu kira saya bodoh! Kamu kan jalan kaki ke sekolah, apa hubungannya sama bis yang mogok! Cengengesan segala lagi. Sudah, sekarang kamu bersihkan lapangan. Sapu semua daun yang jatuh sampai bersih! Awas ya kalau berani kabur,” teriaknya sambil memberikan sapu kepadaku.

Dengan cemberut aku mengiyakan hukuman itu. Ini semua gara-gara namja sialan tadi. Coba dia tidak menabrakku, aku pasti tidak akan telat. Walaupun dari belakang tetap saja aku bisa mengenali dia. Musuh bebuyutanku. Cho Kyuhyun. Dasar! lihat saja nanti pasti aku balas.

***********

Bel pelajaran kedua sudah berbunyi, itu artinya masa hukumanku telah selesai. Aku pun masuk ke dalam kelas dengan tangan yang pegal dan kaki yang sakit, “Hey bagaimana rasanya menyapu pagi-pagi? Enak tidak? Hahaha.” Suara menyebalkan itu langsung menyapa telingaku. Aku memejamkan mataku sambil berusaha menahan kepalan tanganku agar tidak mendarat di wajahnya. Tanpa menggubris ejekan namja setan itu aku duduk di kursiku, sementara otakku berputar mencari akal untuk membalasnya.

Tidak lama kemudian Hyun Ah Seongsaenim masuk untuk mengajar pelajaran kedua. “Semuanya sekarang kumpulkan tugas kliping kalian. Bagi yang tidak mengumpulkan hari ini, tidak akan mendapat nilai.” Tugas klipimg? Astaga! Aku benar-benar lupa! Dengan lemah aku merosot di kursiku. Cobaan apalagi sih yang akan menimpaku hari ini.

*************

Sudah seminggu berlalu semenjak hari sial itu. Pertama, lututku biru dan aku masih harus jalan tertatih sampai saat ini. Kedua, aku telat dan dapat hukuman konyol dari nenek sihir yang menyebalkan. Ketiga, aku tidak mengerjakan tugas dan otomatis harus membuat tugas 3 kali lipat. Aku kira kesialanku akan berhenti disitu, tapi ternyata…. Dugaan itu meleset jauh. Saat istirahat aku tidak bisa makan karna uang jajanku jatuh waktu aku lari-lari mengejar waktu, pelajaran terakhir pun ada ulangan mendadak. Rasanya nasibku sial sekali hari itu. Tapi toh aku pun sudah membiarkan itu berlalu.

Tinggal ada satu masalah yang mengganjal hatiku, kapan aku bisa membalas perbuatan Cho Kyuhyun?Dan sekarang hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Aku sudah memikirkan cara untuk membalas namja itu, tunggu saja Cho Kyuhyun permainan akan dimulai. It’s Show Time!

*********

Bel istirahat berbunyi dan semua anak bergegas pergi ke luar, ada yang ke kantin ada yang ke taman dan ada juga yang ke lapangan untuk berolahraga melepaskan penat. Tapi aku tetap diam di dalam kelas. Saat kelas benar-benar kosong aku melancarkan aksi pembalasan dendamku.

Dengan sigap aku membuka tas Kyuhyun dan.. HA! Lihat apa yang kutemukan. PSP kesayangannya. Kyuhyun tidak pernah membiarkan seorang pun memegang benda keramat miliknya itu. Tanpa pikir panjang aku ambil PSP itu, dan kucabut memory cardnya.

Ide jahat telah bermain di pikiranku, sekali-kali menjadi setan bukan hal yang buruk sepertinya. Aku pun meninggalkan catatan kecil di atas mejanya.

“Ya Cho Kyuhyun babo! Lihat apa yang kuperbuat. Kau pasti tak percaya bahwa memory card kesayanganmu kubuang di toilet. HAHAHA makanya jangan main-main denganku. Annyeong~ *evil smile*.”

Tanpa buang-buang waktu lagi aku berlari ke toilet pria, sambil mengendap-endap aku masuk dan kubuang memory card kesayangannya itu ke dalam kloset. Rasakan kau Cho Kyuhyun!!

Sehabis istirahat namja setan itu masuk ke dalam kelas dengan badan yang keringatan, kelihatannya dia habis bermain bola. Masih dengan senyumnya yang lebar, pria itu berjalan ke mejanya. Tawaku hampir lepas saat melihat kedua matanya membesar, hampir keluar saat melihat tulisan tanganku yang indah di atas mejanya. Dia membaca kertas yang tadi kutulis. Dengan panik dia mencari PSP kesayangannya dan berteriak histeris saat melihat memory cardnya benar-benar hilang. Tanpa buang waktu, Kyuhyun berlari ke arah toilet pria sambil mengacak-acak rambutnya frustasi. Senyumku mengembang melihat kejadian itu.

******

Tidak terasa ujian sekolah sudah selesai, dan tinggal ujian praktek seminggu ke depan, lalu libur panjang. Hari pertama ujian praktek adalah olahraga dan drama. Hari ini aku berencana latihan drama dengan kelompokku untuk pentas. “Mi So-ah, ayo kita latihan dulu untuk drama besok.” Ujar Lee Donghae teman kelompokku.

“Baiklah, aku segera menyusul,” jawabku. Donghae mengangguk dan pergi.

Latihan hari ini berjalan hingga sore hari. Tidak terasa langit sudah semakin gelap. Sepulang latihan drama aku berjalan menyusuri lapangan untuk menuju pintu keluar. Keadaan sekolah sudah sangat sepi. Namun, SREEEEET rambutku ditarik tiba-tiba dengan kencang oleh seseorang. “Omo!” aku menoleh ke belakang, sudah kuduga itu pasti ulah Kyuhyun. Dia berlari sambil tertawa mengejekku.

“Rasakan! Kau kira aku tidak tahu siapa yang membuat memory card punyaku rusak? Pasti kau si yeoja gila.”

Tanpa pikir panjang aku berlari mengejarnya. Dia cepat sekali, dan sayangnya aku tidak sadar kalau sepatu yang kugunakan sangat licin, alhasil aku sukses mencium tanah dengan posisi kaki yang salah. Namja setan itu tertawa menyaksikan keadaanku yang menyedihkan ini, tapi aku tidak menghiraukannya karena saat ini aku terfokus pada pergelangan kakiku yang tidak dapat digerakkan. Sial!

Kyuhyun yang mulai menyadari situasi yang terjadi menghampiriku, ujarnya dengan wajah tak berdosa “Ya, Kim Mi So! Gwenchana?” Wajahku memerah menahan tangis dan marah.

Wae? Kenapa kau selalu menggangguku? Apa kau tidak bosan? HAH! Kau tau? Aku sangat, sangat, sangat membencimu namja setan! Aku tidak ingin melihatmu lagi!” kata-kata itu dengan mulus keluar dari mulutku. Kyuhyun hanya terdiam. Keheningan ini serasa sangat menyebalkan. Tak lama kemudian Kyuhyun berlutut di depanku yang masih terduduk menahan sakit.

“Aku tahu aku sangat menyebalkan. Mianhae. Jeongmal mianhae. Aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini.” Sejenak ada ketulusan di dalam kata-kata itu. Apa ini? Ini bukan seperti Cho Kyuhyun yang kukenal?

“Lebih baik aku pergi sekarang, melihatmu hanya membuatku kesal,” ucapku dan berusaha untuk berdiri, namun kakiku terlalu sakit untuk berdiri. Bagaimana aku bisa pulang?

“Kim Mi So. Tidak usah sok kuat sekarang. Aku tahu kakimu tidak dapat digerakkan.” Ucap Kyuhyun sambil mengeluarkan seringai setannya itu. Sial! Dia menyadari keadaanku. Tentu saja aku tidak ingin terlihat lemah dihadapannya.

“Siapa bilang aku sok kuat? Aku bisa berdiri kok,” ucapku keras kepala. Aku pun berusaha untuk bangkit. Namun sakit di pergelangan kakiku tidak main-main. Aku pun limbung dan terjatuh kembali. Dengan sigap Kyuhyun menangkapku. Kini wajah pria itu sangat dekat dengan wajahku. Tanpa bisa kucegah, jantungku berdebar kencang sekali, sampai-sampai aku takut Kyuhyun dapat mendengarnya.

“Sudah kubilang kan jangan sok kuat. Sudahlah aku akan mengantarmu pulang. Hitung-hitung sebagai perminaan maafku. Kajja!” Kyuhyun pun membopongku. Aku ingin memberontak. Bukan karena aku sudah bisa berjalan sendiri, tetapi karna aku tidak dapat mengatur napasku yang semakin sesak bila berdekatan dengannya.

“Mi So-ah. Bisakah kau diam? Jangan memberontak atau aku benar-benar meninggalkanmu di sini,” ancam Kyuhyun sambil menatapku tajam. Aku pun berhenti memberontak, tatapan mata Kyuhyun benar-benar membuatku beku.

******

Keeseokan harinya, aku pergi ke sekolah dengan kaki yg pincang. Kemarin ayah memijit kakiku yang terkilir. Rasanya seperti di neraka, tapi biarlah toh kakiku yang di perban ini sudah semakin membaik. Sesampainya di kelas, Kang Yung Mi sahabatku berteriak keras, “OMO, KIM MI SO!! Apa yang terjadi dengan kakimu?” Aku menutup telingaku sambil berjalan tertatih menuju kursiku.

“Yung Mi! Kau mau membuatku tuli, hah? Kemarin aku jatuh dan pergelangan kakiku terkilir.” Dengan heboh Yung Mi menghampiriku dan mengguncang-guncangkan tubuhku.

“Tapi kau tidak apa-apa kan? Tidak ada luka serius kan? Dasar kau ini. Hari ini kan kita ujian olahraga. Kenapa kau tidak bisa menjaga badanmu sih,” ucap Yung Mi cemas.

Aku hanya tersenyum melihat tingkah sahabatku ini. Tiba-tiba sesosok namja memasuki kelas. Kyuhyun dengan santai berjalan menuju kursinya dan tidak sengaja mata kami bertemu selama beberapa detik. Walau aku memalingkan wajahku, aku masih bisa melihat mata Kyuhyun yang memperhatikan kakiku. Sesaat aku yakin dia ingin menghampiriku. Aku pun berdiri dan langsung menarik Yung Mi “Temani aku menghadap Jung seongsaenim, sudah jelas aku tidak dapat mengikuti ujian hari ini.” Aku berjalan secepat yang aku bisa, dan dari ujung mataku aku bisa melihat Kyuhyun terus memperhatikanku sampai aku dan Yung Mi keluar kelas.

Huh. Aku menghela napas pelan. Di ujung sana teman-teman sekelasku sedang mengikuti ujian olahraga. Aku ingin sekali berlari ke tengah lapangan dan bermain bola bersama mereka, tapi yang aku bisa sekarang hanya diam dan terlihat seperti orang bodoh di pinggir lapangan.

Jung seongsaenim sangat marah tadi. Aku dan Yung Mi (yang kubawa secara paksa) hanya bisa pasrah mendengarnya marah-marah. Akhirnya ujianku ditunda dan aku disuruh duduk di pinggir lapangan. Suara peluit Jung seongsaenim menandakan bahwa pengambilan nilai  sepakbola untuk anak perempuan sudah selesai. Terlihat di sana anak laki-laki mulai memasuki lapangan, termasuk Cho Kyuhyun.

Tak lama kemudian penilaian dimulai. Bola sudah berpindah kaki tak karuan. Aku memandang segerombolan anak laki-laki itu, dan pandanganku terhenti pada sosok Kyuhyun. Dia menggiring bola, melewati lawannya satu-persatu. Kyuhyun memang superstar di lapangan bola. Dalam waktu singkat dia sudah berada di depan gawang, berhadapan satu lawan satu dengan Changmin yang menjadi kiper. Kyuhyun menendang bola itu dengan kencang dan GOL!

Terlihat wajahnya yang sumringah, dia berlari ke arah teman-teman satu timnya. Kyuhyun dikerubuti dan dipeluk. Dia tertawa bahagia. Aku tidak bisa melepaskan pandanganku dari wajahnya. Permainan pun dilanjutkan. Selama 30 menit aku memandangnya kagum. Kyuhyun benar-benar berbeda saat ia bermain bola.

Cara dia menggiring bola melewati lawan-lawannya, saat ia berteriak memberi instruksi, saat sedang berkonsentrasi, saat mengoper dan menendang bola, saat ia tersenyum dan berlari senang karena mencetak gol. Semua itu menghipnotisku masuk ke dalam dunianya. Dan tanpa aku sadari melihat Kyuhyun bermain bola menjadi hal favoritku sekarang.

******

Bagaimana ini? Aku tidak bisa mengatur detak jantungku setiap aku melihatnya tersenyum. Ya Mi So-ah! Jangan bodoh! Kau tak mungkin menyukai Kyuhyun kan? Ottokhe. Ucapku dalam hati. Dengan frustasi aku mengacak-acak rambutku. Bruk! Tiba-tiba ada sehelai handuk kecil mendarat di kepalaku. “Sedang apa kau? Kenapa mengacak-acak rambutmu? Apa duduk di bawah pohon membuatmu menjadi semakin gila?” Tanya Kyuhyun yang sekarang berdiri di hadapanku.

“Mau apa kau ke sini? Sudah sana pergi,” ucapku setengah panik. Tetapi bukan Kyuhyun namanya kalau dia menuruti perkataanku. Dia pun dengan santai duduk di sampingku. Aku pun bergeser menjauhi dia.

“Ya Kim Mi So! Kenapa kau menghindar dariku?” ucap Kyuhyun sambil menarik lenganku secara paksa untuk mendekat kepadanya. Dia juga menarik handuknya yang masih berada di atas kepalaku.

Satu menit, dua menit, tak ada satupun dari kami mulai berbicara. Rasa canggung ini membuatku tidak nyaman. “Mi So-ah.. Kakimu..” Ucap Kyuhyun memecah keheningan.

Aku pun memandangnya, “Oh, kakiku tidak apa-apa. Hanya terkilir ringan.” Kyuhyun masih saja memandangku.

Jinjja? Jeongmal mianhae sudah membuat kakimu seperti itu,” ujarnya. Yang benar saja, seorang Cho Kyuhyun bisa meminta maaf seperti ini? Aku pun memandangnya takjub. Ternyata kalau dilihat dari dekat, wajah namja setan ini tidak terlalu jelek, malah sangat tampan.

“Berhentilah memandangku seperti itu. Aku tahu aku memang tampan,” ledek Kyuhyun seakan dapat membaca pikiranku. Aku pun memalingkan wajahku untuk menyembunyikan pipiku yang memerah.

“Kau? Tampan? Cih! Eunhyuk saja masih lebih tampan darimu.”

“Ya! Enak saja! Jangan samakan aku dengan monyet itu. Aku jauh lebih tampan darinya.” Jawab Kyuhyun. Aku hanya mengangkat bahu dan menahan senyum karena ucapan Kyuhyun tadi. Dasar tidak mau kalah. Tiba-tiba saja Kyuhyun berdiri dan menepuk puncak kepalaku.

“Sekali lagi, mianhae Mi So-ah. Gara-gara aku kakimu jadi seperti itu. Untuk beberapa hari ke depan, jangan melakukan hal-hal yang berat. Istirahatkan kakimu dulu. Arraseo?”

Aku menganggukkan kepala. Kyuhyun pun berlari meninggalkanku yang tertegun mendengar ucapannya. Tak lama kemudian ia berhenti dan menghadapkan badannya kembali kepadaku. “Ya Kim Mi So! Berhentilah bengong seperti itu. Kau kelihatan tambah bodoh! Dan berhentilah mengagumi ketampanan wajahku ini. Arraseo!!” Teriaknya sambil tertawa dibarengi dengan cekikikan orang-orang yang berada di lapangan.

“Cho Kyuhyun, mati kau!” teriakku tidak kalah kencangnya. Sesaat kukira Kyuhyun berubah menjadi orang lain. Tidak tahunya dia tetap saja menyebalkan. Dasar Kim Mi So babo!!

********

            Gimana chinguuuuu?? Daebak kah? Hehehe. Maaf ya kalau rada pendek, chapter selanjutnya bakalan lebih panjang kok.

Jangan lupa comment ya hehe 😀 Gomawo chingudeul udah mau baca FF ini!! Annyeong *bow with kyu*

Advertisements

51 thoughts on “(KyuSo Moment) My Dandelion ~ Chapter 1

  1. aku selalu suka kalau yg jadi main castnya kyuhyun…
    apalagi kalau udah berhubungan sama sifat evilnya…
    daebak…

  2. Pingback: I’m Strong Enough Without You – Chapter 4 | FFindo

  3. Pingback: kyutiramisu

  4. Pingback: (KyuSo moment) You’re My Sunflower – Prolog [Sequel of "My Dandelion"] | Kyutiramisu

  5. Pingback: (KyuSo moment) You’re My Sunflower – Prolog [Sequel of "My Dandelion"] | FFindo

  6. Pingback: (KyuSo moment) You’re My Sunflower – Chapter 1 [Sequel of "My Dandelion"] | FFindo

  7. Pingback: (KyuSo moment) You’re My Sunflower – Chapter 1 [Sequel of "My Dandelion"] | Kyutiramisu

  8. Pingback: (KyuSo moment) You’re My Sunflower – Chapter 2 [Sequel of "My Dandelion"] | FFindo

  9. Pingback: Next Post | Kyutiramisu

  10. Pingback: (KyuSo moment) You’re My Sunflower – Chapter 3 [Sequel of "My Dandelion"] | Kyutiramisu

  11. Pingback: (KyuSo moment) You’re My Sunflower – Chapter 3 [Sequel of "My Dandelion"] | FFindo

  12. Pingback: (KyuSo moment) You’re My Sunflower – Chapter 4 [Sequel of "My Dandelion"] | Kyutiramisu

  13. Pingback: (KyuSo moment) You’re My Sunflower – Chapter 4 [Sequel of "My Dandelion"] | FFindo

  14. Pingback: (KyuSo moment) You’re My Sunflower – Chapter 7 [Sequel of "My Dandelion"] | Kyutiramisu

  15. Pingback: (KyuSo moment) You’re My Sunflower – Chapter 7 [Sequel of "My Dandelion"] | FFindo

  16. Pingback: (KyuSo moment) You’re My Sunflower – Chapter 8 [Sequel of "My Dandelion"] | Kyutiramisu

  17. Pingback: (KyuSo moment) You’re My Sunflower – Chapter 8 [Sequel of "My Dandelion"] | FFindo

  18. Pingback: (KyuSo moment) You’re My Sunflower – Chapter 9 END [Sequel of "My Dandelion"] | Kyutiramisu

  19. Pingback: (KyuSo moment) You’re My Sunflower – Chapter 9 END [Sequel of "My Dandelion"] | FFindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s