Story 2 : My Protective Brother

hmm

 

Title: My Protective Brother

Main Cast:

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Cho Hyun Young
  • Kim Jongin (EXO)

Genre: Fluff & romance

Length: Ficlet

Request dari Yasminehunnie

Author’s note: Hai yasminehunnie! Terima kasih sudah mengikuti event ini. Semoga suka sama scenario di bawah! Hehehe.

Sekedar info untuk teman-teman yang gak tau event dari Vankyu kemarin, jadi di anniv Kyuhyun yang ke-8 Vankyu buka request fanfic untuk para reader. Cerita di bawah berupa ficlet, jadi setiap cerita yang di post akan berbeda tergantung dari request reader kemarin. Untuk reader lain yang udah request, jangan takut karena idenya sudah ditampung dan akan dipost secara satu-persatu. Jadi sabar menunggu giliran ya 🙂

ANOTHER STORY: (1)

 

Do not copy, share, or print this story without Vankyu permission!!

ENJOY!

*************

            “Hyun Young-ah!” Gadis yang sedari tadi mengobrol bersama teman-temannya menengok ke arah suara yang memanggil namanya. Terlihat seorang pria tampan dengan rambut berantakan dan kemeja yang tidak pernah terlihat rapi, berdiri di depan pintu kelasnya

.emesh

 Hyun  Young menunjukkan senyum lebarnya dan melambaikan tangan ke arah pria tersebut. Dengan perlahan Kai menghampiri gadisnya.

            “Kau tidak melupakan janjimu untuk pergi berkencan denganku besok kan?” tanya Kai sambil menyilangkan tangannya di depan dada. Matanya menatap Hyun Young dengan jahil.

            “Tentu saja tidak. Jam 8 di Myeongdong!” Pria itu tersenyum melihat tingkah kekasih barunya dan mengacak poni gadis itu.

            “Bagaimana jika aku menjemputmu di rumah? Hm?” Hyun Young langsung menyilangkan tangannya dan menggeleng keras.

            “Tidak! Kakakku yang menyebalkan tidak akan membiarkan kita pergi berkencan. Pokoknya dia tidak boleh melihatmu,” ucap gadis itu sedikit berteriak.

            “Baiklah, baiklah aku akan menunggumu di Myeongdong. Sampai jumpa besok,” Kai mencubit pipi Hyun Young dan pergi sambil melambaikan tangannya.

**********

            Esok harinya, Hyun Young sudah bangun dari jam 5 pagi dan mempersiapkan diri untuk kencan pertamanya dengan Kai. Hari ini harus berjalan dengan sempurna. Senyum di bibir gadis itu tidak pernah pudar dan Kyuhyun menatap adiknya dengan curiga. “Ya! Kenapa dari tadi kau tersenyum seperti orang gila?” tanya pria itu sambil menghempaskan badannya di atas kasur Hyun Young.

            “Tidak ada urusannya denganmu, dan bisakah kau keluar dari kamarku? Aku mau ganti baju,” ucap gadis itu sambil memilih pakaian mana yang cocok untuk dia kenakan pagi ini.

            “Ganti baju saja, jangan hiraukan aku. Lagipula tidak ada yang bagus dari badanmu hahaha,” canda Kyuhyun.

            Hyun Young melemparkan pandangan mematikan ke arah kakaknya. “Cepat keluar, sebelum sisir ini mendarat di kepalamu!” teriaknya sambil melakukan ancang-ancang.

            “Baiklah, baiklah aku mengerti! Dasar nenek sihir,” ucapnya sambil berlari keluar. Hyun Young menghela nafas dengan berat. Salah apa dirinya sampai mempunyai kakak aneh dan menyebalkan seperti itu?

Setelah puas dengan penampilannya di cermin, dia berlari ke pintu depan dan memakai sepatunya, “Eomma, Appa, aku pergi dulu!” Sesaat sebelum kakinya keluar dari pintu tiba-tiba ada sebuah tangan yang menarik ranselnya.

“Lepaskan aku, oppa!” Kyuhyun menarik ransel adiknya dan memutar tubuh Hyun Young hingga menghadapnya.

            “Kau mau kemana? Jangan bilang padaku kalau kau mau pergi berkencan?” tanya Kyuhyun dengan intonasi suara yang serius.

            Hyun Young menggigit bibirnya dan memberontak dari cengkeraman Kyuhyun. “Aku tidak berkencan dan aku janji tidak akan pulang malam. Sampai nanti, Kyuhyun oppa!” ucapnya sambil kabur dari pandangan kakaknya.

***********

            Hari itu berjalan luar biasa untuk Kai dan Hyun Young. Keduanya berjalan bergandengan tangan, mengunjungi beberapa toko pernak-pernik di Myeongdong, berfoto bersama di photo booth, bermain di game centre, dan kini mereka memutuskan untuk istirahat sejenak di kedai ice cream. “Tunggu sebentar, biar aku yang pesan,” ucap Kai sambil menarik kursi untuk gadisnya duduk.

            Hati Hyun Young begitu berbunga-bunga. Pandangannya beralih kepada pemandangan di luar kedai ice cream. Hari yang cerah dan seorang kekasih yang begitu mencintaimu, apa lagi yang kau butuhkan untuk hidup bahagia?

 “Hei apa yang sedang kau pikirkan?” ucap Kai sambil menyodorkan ice cream vanila ke arah Hyun Young.

            “Tidak ada. Wah, kau tahu rasa ice cream favoritku? Sangat mengesankan Kim Jong in.” Keduanya kembali terlarut dalam obrolan yang mengasyikkan hingga tidak menyadari jika ada seorang pria yang memperhatikan mereka dari jauh.

            “Apa ini yang kau bilang bukan kencan?” sebuah suara seketika menghentikan gerakan Hyun Young. Dia sangat mengenal suara ini. Dengan hati berdetum kencang, gadis itu memutar badannya dan melihat kakaknya sedang menatap dengan pandangan mematikan.

Sial! Habislah aku, ucapnya dalam hati.

            “Hai, Kyuhyun oppa.” Tanpa berkata apa-apa Kyuhyun menarik tangan adiknya keluar dari kedai ice cream. Kai membelalakkan matanya dan menahan tangan gadisnya yang bebas.

            “Lepaskan adikku,” ucap Kyuhyun kepada Kai dengan suara sedingin es. Kai menggelengkan kepalanya.

            “Aku tahu kau sangat melindungi Hyun Young, hingga tidak membiarkan dia mempunyai kekasih. Aku juga tahu kalau kau menyanyanginya lebih dari siapapun. Gadis ini adalah seseorang yang sangat berharga untukku dan bodoh sekali jika aku melepaskannya. Kau mungkin belum mengenalku dengan baik, tetapi aku bisa meyakinkanmu kalau aku adalah pria yang akan mengorbankan hidupku untuk gadis yang aku cintai. Dan aku mencintai adikmu. Maka dari itu, berilah aku kesempatan untuk membahagiakan Hyun Young. Aku tidak akan menyakitinya dan membuat ia menangis. Kau bisa memercayakan dia padaku, hyung. Jika aku membuatnya menangis kau bisa memotong kepalaku.”

            Hyun Young membelalakkan matanya, “Jongin-ah, jangan membuat janji seperti itu. Aku tidak akan membiarkan kakakku memotong kepalamu, meskipun kau menyakitiku,” ucap gadis itu yang disambut dengan jitakan dari Kyuhyun.

            “Dasar gadis bodoh,” Kyuhyun memandang Kai dengan tatapan menyelidik. “Apa kau benar-benar serius dengan apa yang kau ucapkan tadi?” tanyanya. Kai mengangguk dengan mantap.

            “Kau bisa pegang kata-kataku, hyung. Aku tidak akan menyakiti adikmu.” Melihat kesanggupan dari ucapan pria di hadapannya, Kyuhyun pun melepas tangan Hyun Young dengan ragu.

            “Baiklah, aku mengizinkan kau berpacaran dengan adikku. Tapi ingat, jika aku melihatnya menangis, kau akan menderita di tanganku,” ancam pria itu. Hyun Young menatap kakaknya tidak percaya. Bagaimana bisa kakaknya begitu menyeramkan? Mungkin dia akan cocok jika menjadi pembunuh bayaran hanya dengan tatapan matanya yang begitu tajam.

            Terlintas sebuah ide menyenangkan di kepala gadis itu. Dengan sekuat tenaga dia menginjak kaki Kyuhyun dan menarik Kai untuk lari bersamanya. “Dasar orang aneh! Jangan lagi mengikuti Kai dan aku berkencan. Lekaslah cari pacar supaya kau berhenti mengganggu kehidupan percintaanku, Cho Kyuhyun!” teriak Hyun Young dari kejauhan sambil menjulurkan lidahnya.

            “YAH! DASAR ADIK KURANG AJAR! AWAS KAU NANTI!” ucap Kyuhyun sambil mengelus kakinya yang berdenyut.

TAMAT

Advertisements

12 thoughts on “Story 2 : My Protective Brother

  1. adeknya dikatain kurang ajar ama nenek sihir
    laahhh kamu sendiri apa kyuhyun evil devil hahahaha
    bener tuh kata hyun young segeralah cari pacar biar gk gangguin kencan adeknya mulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s