Love Punishment

jeeelo

 

Title: Story 7 : Love Punishment

Main Cast:

  • Choi Junhong a.k.a Zelo (BAP)
  • Lee Buyi

Genre: fluff, romance

Length: Ficlet (bukan CHAPTER)

Request dari  kinantiandina

Author’s note: Hai Kinantiandina! Terima kasih sudah mengikuti event ini. Semoga suka sama scenario di bawah ya! Hehehe.

Semoga kalian tetap mau bersabar menunggu scenario-scenario berikutnya 🙂

Sekedar info untuk teman-teman cerita di bawah berupa ficlet, jadi setiap cerita yang di post akan berbeda dan tidak bersambung, tergantung dari request reader kemarin. Untuk reader lain yang udah request, jangan takut karena idenya sudah ditampung dan akan dipost secara satu-persatu. Jadi sabar menunggu giliran ya 🙂

ANOTHER STORY: (1) (2) (3) (4) (5) (6)

 

Do not copy, share, or print this story without Vankyu permission!!

ENJOY!

*************

*Zelo POV*

 

            “Oh tidak! Aku sudah sangat terlambat.” Dengan sekuat tenaga aku berlari. Masa bodoh dengan seragam yang belum terkancing rapi dan tali sepatu yang belum kuikat, hari ini aku tidak mau kena hukum oleh nenek sihir itu. Bel sekolah sudah berbunyi lebih dari 10 menit yang lalu. Aku mempercepat lariku, tapi tepat di persimpangan jalan aku menginjak tali sepatuku sendiri. Sial, bisakah pagi ini menjadi lebih buruk? Aku memejamkan kedua mataku dan menunggu rasa sakit saat menghantam tanah. Bruk!

            “AW!” sontak aku membuka kedua mataku saat sebuah teriakan perempuan terdengar di telingaku. Kedua mataku melotot saat menyadari bahwa aku tidak jatuh menghantam tanah, melainkan jatuh di atas seorang gadis yang sangat kukenal, Lee Buyi.

            “Ya! Bisakah kau berhenti menatapku dengan tatapan bodohmu dan menyingkir dari hadapanku?” ucapnya ketus dengan wajah kesal. Aku menggelengkan kepalaku dan berdiri dengan sempurna. Mataku tidak dapat berpaling dari gadis yang kini meringis dan membersihkan debu di seragamnya. Bibirku tanpa sadar melengkungkan senyuman saat melihat Buyi menggembungkan pipinya kesal. Lucu sekali.

            “Setidaknya jika kau ingin berlari pergunakanlah kaki dan matamu dengan baik, Choi Junhong. ASTAGA! AKU SUDAH SANGAT TELAT!” secara tiba-tiba gadis bodoh itu berlari meninggalkanku.

            “HEI! LEE BUYI, TUNGGU AKU!” teriakku sambil menyusulnya berlari ke arah sekolah.

**********

            “Choi Junhong! Sudah berapa kali kau datang mengahadap ke ruanganku karena terlambat?” ucap nenek sihir di hadapanku dengan sangat ketus. Aku menggosokkan telunjuk di daguku seolah berpikir.

            “Hmm… Mungkin 7 kali?” ucapku sambil ternsenyum lebar. Seo Reum seongsaenim menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya. Mungkin dia sudah lelah melihatku di ruangannya dan kali ini aku berharap dirinya lelah menghukumku. Bukan salahku kan jika setiap pagi aku tidak bisa bangun, siapa suruh sekolah ini memulai pelajaran saat matahari saja masih malas untuk menampakkan diri.

            “Mungkin seharusnya aku tidak bertanya kepadamu.” Kali ini guru tua itu melemparkan tatapannya ke arah orang lain, tepatnya ke arah Lee Buyi yang kini sedang berdiri di sampingku dan menundukkan kepalanya. “Kau nona Lee Buyi. Kenapa kau datang terlambat hari ini? Dan lebih tepatnya kenapa kau datang terlambat bersama Choi Junhong?”

            Aku menatap Lee  Buyi yang kini mau mengangkat kepalanya. “Kemarin aku mengerjakan tugas hingga larut malam dan bangun terlalu siang dari biasanya. Maafkan aku seongsaenim, aku janji tidak akan terlambat lagi. Dan jika kau bertanya kenapa aku datang bersama Junhong, itu karena kami tidak sengaja bertemu di depan sekolah.”

            Aku menyeringai dan melingkarkan tanganku di bahu gadis itu. “Kebetulan yang luar biasa kan seongsaenim? Mungkin kami memang sudah ditakdirkan bersama, iya kan Lee Buyi?” tanyaku sambil menatapnya dengan tatapan jahil. Gadis itu melotot dan mendaratkan cubitan mautnya di pinggangku. Aku menggeliat kesakitan, siapa sangka gadis ini mempunyai jurus cubitan yang mematikan.

            “Hari ini kalian akan menerima hukuman karena terlambat masuk sekolah. Ibu kira hukuman membersihkan ruang kelas sudah tidak mempan lagi untukmu Choi Junhong, apalagi terakhir kali kau memecahkan 4 tabung dan 1 mikroskop di laboratorium. Ibu akan memberikanmu hukuman mengerjakan soal matematika karena kau sangat lemah dalam mata pelajaran tersebut. 50 soal dan harus selesai sore ini, kumpulkan di meja ibu,” Aku cemberut dan menatap guru tua ini dengan tatapan tidak percaya. Dia memang benar-benar berusaha untuk membuatku jera ya?

            “Dan hukuman untukmu Lee Buyi, kau akan menjadi tutor Choi Junhong dalam mengerjakan soal-soal tersebut. Kau tidak boleh pulang sampai Junhong mengerjakan dan menjawab soal-soal tersebut dengan benar. Kalian berdua mengerti?” Buyi mengangguk lemah, sedangkan aku mengangguk dengan penuh semangat. Kelihatannya hukuman kali ini tidak terlalu buruk.

************

            “Kau harus memindahkan bilangan ini dan mengalikannya dengan angka 5, jangan lupa untuk memberi tanda kurung hingga kau bisa lebih mudah menghitung jawabannya,” Mataku tidak pernah terlepas dari sosok gadis yang saat ini duduk kurang dari satu meter di sampingku. Mimpi apa aku semalam hingga dihadiahkan sesuatu yang luar biasa seperti ini. Hampir 3 tahun sejak pertama kali bertemu dengan gadis ini, aku akhirnya bisa sedekat ini dengannya.

            Seorang Choi Junhong punya sebuah rahasia yang tidak diketahui siapapun di dunia ini. Aku sudah mencintai gadis bodoh ini sejak pertama kali bertemu. Lee Buyi adalah satu-satunya gadis yang bisa membuat jantungku melonjak tidak karuan. Aku sangat menyukai Lee Buyi saat dia berjalan, saat ia mengerutkan keningnya jika menjawab soal-soal yang sulit, saat mengobrol bersama teman-temannya, bahkan saat ia tersenyum dunia seakan berputar begitu hebat. Tidak tahu apa yang sudah gadis ini lakukan, tapi begitulah diriku setiap berada di dekat gadis ini. Segala pemikiran rasional dalam diriku tidak bisa menjawab pertanyaan, mengapa detum jantungku selalu di luar kendali saat mendengar tawa gadis ini. Mengapa darahku seakan berdesir saat tidak sengaja bersentuhan dengannya. Dan akhirnya aku sadar bahwa jawaban itu memang tidak pernah bisa dipirkan, tetapi harus dirasakan.

            “Junhong-ah! Apakah kau tidak memperhatikanku daritadi?” ucapnya membuyarkan lamunanku. Aku hanya tersenyum tanpa melepaskan pandanganku darinya.

            “Aku memperhatikanmu dari tadi, bahkan tidak sedetik pun aku melepaskan pandanganku darimu,” ucapku jujur.

            “Berhentilah mengeluarkan senyum bodohmu itu dan mulailah belajar dengan benar. Aku tidak ingin lama-lama di sini,” ucapnya.

            Aku menyeringai dan mendekatkan wajahku ke arahnya. “Sebaliknya, aku ingin kau tetap di sini menemaniku. Kalau bisa kau tidak kuizinkan untuk pergi jauh-jauh dari sisiku,” ucapku pelan. Gadis itu melemparkan tatapan bingungnya.

            Pletak! Sebuah pukulan mendarat di kepalaku. Gadis itu memukulku dengan buku catatannya. “Berhenti bercanda dan cepat kerjakan soal-soal itu.” Aku cemberut dan mengalihkan pandanganku ke arah angka-angka terkutuk di dalam buku. Selang beberapa menit tidak ada kemajuan sama sekali karena aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku tulis.

            “Kau benar-benar luar biasa Choi Junhong. Apa sih yang bisa kau kerjakan dengan benar selain membuat onar dan menjahili orang?” ujar gadis itu.

            “Aku bisa mencintaimu dengan sangat benar.” Buyi menatapku tidak percaya. Ada jeda sebentar yang canggung, sampai akhirnya gadis itu bersuara.

            “Ucapanmu tidak lucu Junhong-ah. Jangan bermain-main dengan perasaan seseorang,” ucapnya pelan sambil mengalihkan pandangan ke arah buku. Aku menghela nafas pelan dan mengangkat dagu gadis itu untuk menatapku.

            “Terserah kau mau percaya atau tidak, tapi aku tidak pernah bermain-main dengan perasaanku. Aku benar-benar telah jatuh ke dalam pesonamu saat pertama kali melihatmu melangkahkan kaki di hadapanku. Mungkin kapasitas otakmu tidak terlalu baik, hingga tidak menyadari hal ini. Lagipula kau tidak pernah memberiku kesempatan untuk masuk ke dalam duniamu. Karena kali ini kau sudah tahu, bagaimana jika kau membuka sedikit hatimu untukku?” ucapku sambil tersenyum dan menaikkan alisku.

            Untuk pertama kali dalam hidupku, gadis itu tersenyum untukku. “Aku tidak pernah menyangka seorang Choi Junhong bisa berkata-kata seperti ini. Baiklah aku memberimu kesempatan untuk membuktikan perkataanmu. Tunjukkan jika kau benar-benar menyukaiku dan buatlah aku jatuh ke dalam pesonamu, Choi Junhong.”

            Aku menyeringai dan menjentikkan jariku. “Deal! Tantangan diterima.”

            “Oh iya, satu lagi. Jika kau ingin menjadi kekasihku, buktikan di akhir semester nanti kalau kau setidaknya bisa masuk dalam peringkat 20 besar di sekolah ini, bagaimana?” tanya gadis itu sambil melemparkan tatapan jahil. Oh Tuhan, mengapa sulit sekali untuk membuat gadis ini menajdi gadisku?

-SEKIAN-

 p.s.

Seneng banget ada yang request Zelo my giant baby! Ini hadiah tambahan dari Vankyu 🙂

oh my

 

Advertisements

4 thoughts on “Love Punishment

  1. itulah resikonya junhong kalo jatuh cinta ama cewek pinter macam lee buyi
    oke selamat mengerjakan soal matematikanya ya
    hahahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s