Silly Promise


COMEBACK - Personal kyeopta yeol

Title: Story 8 : Silly Promise

Main Cast:

  • Park Chanyeol (EXO)
  • Kim Jibin

Genre: fluff, romance

Length: Ficlet (bukan CHAPTER)

Request dari miss jibin

Author’s note: Hai Miss Jibin! Terima kasih sudah mengikuti event ini. Semoga suka sama scenario di bawah ya! Semangat menikmati betapa manisnya Chanyeol  Hehehe.

Semoga kalian tetap mau bersabar menunggu scenario-scenario berikutnya 🙂

Sekedar info untuk teman-teman cerita di bawah berupa ficlet, jadi setiap cerita yang di post akan berbeda dan tidak bersambung, tergantung dari request reader kemarin. Untuk reader lain yang udah request, jangan takut karena idenya sudah ditampung dan akan dipost secara satu-persatu. Jadi sabar menunggu giliran ya 🙂

ANOTHER STORY: (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Do not copy, share, or print this story without Vankyu permission!!

ENJOY!

*************

            Tik tok tik tok. Chanyeol berbaring di atas tempat tidurnya sambil menatap jam wekernya dengan penuh konsentrasi.  Sejak 30 menit yang lalu pria itu enggan mengubah posisinya. Gerutu kecil keluar dari bibirnya, “Kenapa jam ini lama sekali berputar? Ayolah tinggal satu menit lagi.” Mata bulatnya tetap terbuka lebar walaupun jarum jam menunjukkan pukul 23.59.

            Senyum lebar tercetak di bibirnya saat melihat detak jarum yang semakin mendekat ke arah angka 12. “Sebentar lagi tiba saatnya. 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1…” Chanyeol membalikkan badannya dan menutup dirinya dengan selimut. Matanya yang tadi terbuka lebar kini mengatup seolah-olah dirinya sedang tertidur, padahal hatinya sedang bergemuruh senang. Mati-matian pria itu mengontrol bibirnya agar berhenti tersenyum bodoh, karena sebentar lagi akan ada beberapa orang yang berusaha masuk ke kamarnya secara diam-diam.

            Benar saja, tak lama kemudian telinga pria itu mendengar derit pintu yang dibuka secara perlahan dan suara berbisik. “Dia sudah tidur. Ayo cepat masuk dan jangan berisik.” Chanyeol tersenyum di balik selimutnya saat suara seorang gadis menyapa telinganya.

            “Aw!” Semua mata langsung tertuju kepada salah satu pria. “Jangan melihatku dengan tatapan seperti itu. Salahkan Sehun yang menginjak kakiku,” ucap Baekhyun sambil melemparkan tatapan kesal ke arah pria di belakangnya.

            Chanyeol benar-benar menahan tawa kali ini. Teman-teman bodohnya memang tidak bisa diandalkan jika disuruh tutup mulut.

            “Sudahlah, kita bangunkan saja Chanyeol sekarang,” ucap salah satu orang. “Hitungan ketiga nyalakan lampunya. 1,2,3.”

            Bruk! Chanyeol merasa dirinya ditindih oleh beberapa orang. “SELAMAT ULANG TAHUN PARK CHANYEOL!” teriak semua orang di telinganya. Dengan pura-pura ia membuka sebelah matanya dan menguap.

            “Apa yang kalian lakukan?” ucapnya dengan tatapan (pura-pura) bingung.

            “Selamat ulang tahun Chanyeol-ah!” ucap satu-satunya gadis yang berada di kamarnya. Di tangan Kim Jibin tersedia kue ulang tahun dengan lilin bertuliskan 18. Baekhyun dan Kai menarik tubuhnya untuk berdiri. Semua di ruangan itu menyanyikan lagu selamat ulang tahun sambil bertepuk tangan.

            Hari ini memang ulang tahun Chanyeol dan dirinya sudah tahu kalau sahabat-sahabatnya akan memberikan kejutan malam ini. Pria itu tidak bisa menahan rasa bahagia lagi saat mengetahui dirinya sudah berumur 18 tahun. Sebentar lagi ia akan menerima hadiah yang luar biasa, hadiah yang sudah dinantikan olehnya sejak 14 tahun yang lalu.

            Setelah dirinya meniup lilin, satu-persatu sahabatnya memberikan hadiah untuknya. Dengan senyum sumringah Chanyeol menunggu hadiah terakhir dari Jibin. “Dimana hadiahku?” tanya pria itu sambil menjulurkan tangannya. Gadis itu tersenyum dan mengeluarkan kotak besar dari dalam tasnya.

            “Ini hadiah dariku. Aku tahu kau menginginkan sepatu ini sejak lama,” ucap gadis itu sambil menyodorkan hadiahnya.

            “Woah! Bagus sekali, aku juga mengingkan sepatu itu sejak pertama kali keluar.” Lay menatap Chanyeol dengan iri.

            Pria itu menaruh kadonya di lantai dan tetap menjulurkan tangannya, “Aku ingin hadiahku! Hadiah yang sebenarnya.” Jibin menatap Chanyeol dengan bingung.

            “Apa maksudmu? Aku sudah memberikanmu hadiah dan aku tidak mempunyai rencana membelikanmu hadiah lebih dari satu.” Bibir Chanyeol kini berubah menjadi guratan sedih.

            “Aku menginginkan kado yang sudah kau janjikan untukku. Jangan bilang kalau kau lupa? Aku benar-benar kecewa Kim Jibin.” Gadis itu menautkan alisnya. Seingatnya ia tidak pernah menjanjikan kado apa-apa untuk sahabatnya itu. Terjadi hening untuk waktu yang cukup lama. 11 pria lainnya hanya bisa menatap Jibin dan Chanyeol dengan bingung.

            Pria yang berulang tahun hari itu menghela nafas berat. “Sudah malam, lebih baik kalian pulang saja. Lagipula kita besok harus sekolah. Terima kasih untuk kejutannya.” Exo dan Jibin saling berpandangan, mau tidak mau mereka harus keluar dari kamar Chanyeol. Sebelum menutup pintu, gadis itu kembali melemparkan tatapan ke arah Chanyeol yang kini tengah berbaring dengan wajah kecewa. Apa kado yang telah ia lupakan?

*************

            “Ini tidak bisa dibiarkan lagi,” ucap gadis itu sambil melangkah kesal. Sudah seharian Chanyeol mengabaikan dirinya, atau lebih tepatnya kabur dan tidak ingin melihatnya. Gadis itu benar-benar bingung atas perlakuan kekanak-kanakan Chanyeol terhadapnya. Dengan sedikit kasar, Jibin membuka pintu rooftop sekolahnya. Terlihat lah manusia bermasalah yang seharian ini bermain petak umpet dengannya.

            “Park Chanyeol!” teriak gadis itu sambil menarik bahu Chanyeol hingga memutar ke arahnya. Pria di hadapannya kini menatap Jibin dengan kaget.

            “Kenapa kau tahu aku ada di sini?” tanya pria itu yang dibalas dengan Jibin yang memutar bola matanya kesal.

            “Hanya itu yang bisa kau tanyakan Park Chanyeol? Aku ini sudah mengenalmu sejak kita masih memakai popok dan bagaimana bisa aku melupakan semua hal tentangmu.” Sorot mata pria itu melembut saat mendengar penuturan Jibin. Sebuah senyum kecil tersungging di bibirnya. Tetapi semua itu tidak berlangsung lama saat Chanyeol mengingat kejadian tadi malam.

            “Kau melupakan satu hal yang paling penting Kim Jibin. Kau melupakan janji yang sangat berharga untukku.” Jibin menggeram dan menyilangkan tangannya di depan dada. Dia sudah muak dengan ucapan Chanyeol tentang janji yang terlupakan.

            “Dengar Park Chanyeol. Kau tahu kalau aku bukan orang yang mudah melupakan janji dan jujur saja aku sama sekali tidak mengerti tentang ucapanmu. Janji apa yang aku lupakan? Kau bisa memberitahuku sekarang dan jangan berpikir untuk lari dariku lagi,” ujar gadis itu dengan tatapan menantang.

            Chanyeol menatap gadis itu dan menghela nafas. “Kau melupakan janjimu untuk… menikah denganku,” ujap pria itu dengan sangat pelan. Jibin mengedipkan matanya dan memandang Chanyeol dengan tatapan tidak percaya.

            “Aku pasti telah salah dengar. Apa yang kau katakan tadi?” tanya gadis itu sekali lagi.

            “Kau berjanji untuk menikah denganku.” Chanyeol mengacak rambutnya frustasi. “Ternyata kau benar-benar lupa. Di saat hari ulang tahunku yang ke-4 kau tidak membelikanku hadiah. aku marah dan tidak ingin bermain denganmu seharian. Tetapi kau tidak menyerah dan terus-menerus mengikutiku hingga akhirnya kau mau mengabulkan satu permintaanku, yaitu menikah denganku.”

*14 tahun yang lalu*

 

            “Chanyeol-ah kenapa kau tidak mau bermain denganku? Apa kau masih marah karena aku melupakan ulang tahunmu?” seorang gadis kecil duduk di depan Chanyeol yang sedang bermain mobil-mobilan. Chanyeol kecil berusaha sekuat tenaga untuk tidak melihat mata Jibin yang menatapnya dengan tatapan memelas. Pipi gadis itu menggembung karena kesal, baru kali ini Chanyeol tidak mau mendengar perkatannya.

            Tangan kecil gadis itu merebut mobil-mobilan dari genggaman Chanyeol. “Baiklah dengarkan aku. Aku akan mengabulkan satu permintaanmu sebagai ganti hadiah ulang tahun.” Pria itu menatap gadis di hadapannya dengan sorot mata penasaran.

            “Benarkah? Kau akan mengabulkan semua apa yang aku minta?” tanya pria itu dengan mata berbinar. Jibin mengangguk pasti.

            “Baiklah. Aku ingin kau berjanji satu hal untukku. Pada saat ulang tahunku yang ke-18 nanti kau harus menikah denganku. Bagaimana?” Pria kecil itu menatap Jibin dengan tatapan penuh harap. Gadis yang tidak tahu apa arti perkataan Chanyeol hanya mengangguk dan menautkan kelingkingnya dengan kelingking pria itu.

            “Aku berjanji akan menikah denganmu.”

 

*flashback selesai*

            Jibin kini mengingat peristiwa 14 tahun yang lalu. “HAHAHAHA,” sebuah tawa keluar dari bibir gadis itu. Chanyeol cemberut saat melihat reaksi yang diberikan oleh Jibin.

            “Astaga! Park Chanyeol. Kau benar-benar. Aku sekarang ingat semuanya. Untuk sekedar pembelaan diri. Bagaimana bisa anak kecil berumur 4 tahun mengerti tentang pernikahan? Aku sama sekali tidak mengerti ucapanmu dulu dan hanya bisa mengiyakan ucapanmu karena tidak ingin kau marah kepadaku. Lagipula apa kau lupa, sehari setelah kejadian itu aku memaksa orang tuaku membelikan hadiah untukmu. Aku kira janjiku sudah lunas karena pada akhirnya aku memberikanmu hadiah. Aigoo, kau lucu sekali Park Chanyeol.”

            Pria itu memalingkan wajahnya. Jibin tersenyum dan mengacak rambut Chanyeol. “Ternyata dari kecil kau memang aneh. Aku tidak habis pikir, kenapa kau memintaku berjanji menikah denganmu? Kau kan baru 4 tahun saat itu. Memangnya kau mengerti tentang pernikahan?” tanya gadis itu sambil melempar tatapan jahil.

            Dengan wajah bersemu merah Chanyeol menjawab, “Dari kecil aku selalu iri saat melihat kedua orangtuaku selalu bersama. Sedangkan kau dan aku hanya bisa bersama saat sekolah ataupun saat sore hari kita bermain. Aku pun bertanya kepada eomma, bagaimana caranya mereka berdua bisa selalu bersama. Saat itu eomma mengatakan, jika aku menginginkan seseorang untuk hidup bersama denganku selamanya, aku harus menikah dengan orang tersebut. Sejak detik itu juga aku memutuskan untuk menikah denganmu karena sampai sekarang pun hanya kau satu-satunya orang yang aku inginkan untuk terus berada di sampingku.”

            Jibin tersenyum saat mendengar penjelasan Chanyeol. Dirinya berjinjit dan mendaratkan ciuman di pipi pria itu. Chanyeol melebarkan matanya dan menatap Jibin dengan tidak percaya.

            “Kau juga satu-satunya orang yang aku izinkan untuk terus berada di sampingku seumur hidup. Tetapi karena kita baru berumur 18 tahun, bagaimana kalau aku memberimu hadiah dengan menjadi kekasihmu? Cukup adil kan?” Senyum lebar tercetak di wajah Chanyeol.

            Tangan pria itu melingkar di pinggang Jibin dan mengangkat gadis itu hingga kedua kakinya tidak menginjak lantai lagi. Dengan mudah Chanyeol memutar Jibin yang berada di pelukannya.

            “Park Chanyeol, hentikan! Kau membuatku pusing,” pria itu tidak peduli dan terus memutar Jibin sambil berteriak kegirangan. Tak lama kemudian Chanyeol menghentikan tindakan gilanya dan memeluk Jibin dengan sangat erat.

            “Terima kasih untuk kado terhebat hari ini. Aku akan menunggu ucapan ‘ya’ darimu saat aku melamarmu di hari ulang tahunku yang ke-25. Untuk janji yang satu ini kau tidak boleh melupakannya, kau mengerti?” tanya Chanyeol dengan nada serius.

-SEKIAN-

P.S.

CHANYEOL OPPAAAAA! ANDWAE! VANKYU TERLALU SUKA CHANYEOL DI CERITA INI HAHAHA

AEGYO CHANNIE!!

Advertisements

One thought on “Silly Promise

  1. cie cie dasar bocah masih umur 4 tahun dan ngajak nikah wkwkwkwkwkwkwk
    tapi nyatanya jibin juga suka ama chanyeol jadi sabar ya chan nunggu sampai umur 25 tahun hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s